Syarat & ketentuan |Pedoman |Redaksi |Kontak Kami
Seni Minangkabau
4 Tari Minang Paling Sering Tampil di Panggung Internasional
Rabu, 25 September 2013 21:06 WIB

RANAHBERITA-- Tari tradisi Minangkabau sejak berpuluh tahun lalu sering menjadi duta budaya Indonesia di panggung internasional. Dari ratusan tari tradisi dan karya para koreografer asal Minangkabau, empat tari paling sering ditampilkan, setidaknya selama 2013.

Bila ditelusuri berita kedutaan dan perwakilan di situs Kementerian Luar Negeri dan beberapa situs pelajar Indonesia di luar negeri, empat tari Minang paling sering dibawakan, baik oleh group dari Tanah Air maupun warga Indonesia yang tinggal di negara tersebut.

Selama 2013 saja, tari-tarian tersebut bukan hanya tampil di panggung seni, tetapi juga di arena olah raga. Empat tari tersebut yakni:

1. Tari Indang

Tari Indang tradisi berasal dari Ulakan, Padang Pariaman dan sudah hidup ratusan tahun dalam budaya masyarakat yang Islami. Tari yang mirip dengan Tari Saman Aceh, ini biasa dibawakan sambil duduk dengan iringan rebana.

Belakangan, aliran tari ini yang lebih terkenal adalah Tari Indang Sungai Geringging atau Tari Indang Kreasi yang dibawakan dengan iringan suara duet legenda penyanyi Minang, Tiar Ramon dan Elly Kasim. Tari Indang ini yang kemudian banyak dibawakan di berbagai panggung hingga ke luar negeri.

Selama 2013, setidaknya Tari Indang dibawakan tiga kali di Vietnam, satu kali di New York, Amerika Serikat, satu kali di Bulgaria dan satu kali di Jepang.

Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City (HCMC) di Vietnam, paling sering menampilkan Tari Indang, yakni saat promosi Indonesia di International Friendship Day 2013 pada 25 Mei 2013, dalam 'Southern Fruit Festival' di Suoi Tien Park pada 1 Juni 2013 dan dalam International Friendship Day pada 12 September 2013.

Pada Juli 2013, Tari Indang salah satunya dibawakan oleh Grup tari Gita Gantari Khatulistiwa (GGK) meraih juara umum kedua pada malam final Open European Championship of Folklore "Euro Folk 2013" di Nessebar, Bulgaria

Di New York, pada 26 Agustus 2013 Tari Indang tampil di lapangan sebelum pertandingan base ball. Penampilan tersebut merupakan rangkaian dalam International Dance Festival.

Di Kyoto Jepang, pada awal September 2013 Tari Indang tampil dalam Malam Indonesia 2013. Selain juga tari Minang lainnya.

2. Tari Piring

Tari Piring memperlihatkan kelihaian dan kelincahan menari dengan piring, tanpa membuat piring terjatuh dari tangan. Beberapa aliran tari ini bahkan ada yang mengakhiri tari dengan atraksi penari menginjak kaca dengan kaki telanjang, tanpa terluka sedikit pun.

Pada 26-27 Juni 2013, Tari Piring dibawakan oleh Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), pada Local Folkdance Competition dalam rangkaian acara The 8th Sabah International Folklore Festival (SIFF) 2013 di Kota Kinabalu, Malaysia. Mereka berhasil menyabet juara pertama untuk dua kategori dan sebagai tim terbaik ke-3.

Pada Juli 2013, Tari Piring salah satunya juga dibawakan oleh oleh Grup tari Gita Gantari Khatulistiwa (GGK) yang meraih juara umum kedua pada malam final Open European Championship of Folklore "Euro Folk 2013" di Nessebar, Bulgaria

Sebelumnya, pada 8 Juni 2013, Tari Piring juga dibawakan KBRI Brasilia dalam acara Simulação das Nações Unidas (SINUSI/Simulasi PBB) 2013 yang berlangsung di Colégio Ideal, Taguatinga, Brasilia.

Tari Piring juga dibawakan dalam Malam Indonesia 2013 di Kyoto Jepang, pada awal September 2013.


3. Tari Rantak

Tari Rantak merupakan koreografi karya Maestro Tari Minangkabau Gusmiati Suid yang diambil dari dasar-dasar gerakan silat Minang. Untuk menguasai tari ini dengan baik, semestinya diikuti dengan penguasaan silat.

Selama 2013, tari ini antara lain dibawakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Adana, Turki, pada International Day pada 8 Mei 2013 dan kemudian dalam dalam Malam Indonesia 2013 di Kyoto Jepang, pada awal September.

4. Tari Pasambahan

Tari Pasambahan biasa dibawakan sebagai tari penyambut tamu. Diiringi dengan musik talempong, bansi dan gandang, tari ini memperlihatkan dasar-dasar gerakan silat Minang sekaligus ucapan selamat datang kepada tamu.

Selama 2013, di luar negeri Tari Pasambahan antara lain saat Paduan Suara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil memenangkan Jury’s Special Prize for Outstanding Performance dalam 3rd Vietnam International Choir Competition (VICC) yang diselenggarakan di Kota Hoi An pada Juni 2013 dan dalam Malam Indonesia 2013 di Kyoto Jepang, pada awal September. (Hdm/Ed1)


Komentar
Harmun | Jumat, 11 Oktober 2013 15:41 WIB

ditampilkan jadwal acara kesenian minang di dijakarta, biar kita bisa lihat jangan hanya mendengar berita terus

Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama:
Email:
Komentar:
×
Berita Lain