" /> " />
Syarat & ketentuan |Pedoman |Redaksi |Kontak Kami
Kearifan Lokal
Bacarotai, Tradisi Ratusan Tahun di Agam
Senin, 30 September 2013 18:46 WIB

RANAHBERITA-Masyarakat Andaleh, Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, meenggelar "bacarotai", Minggu (29/9/2013). Tradisi Ratusan Tahun ini digelar di kolam seluas satu hektare.

Bacarotai Bacarotai merupakan sebutan untuk kegiatan menangkap ikan bersama. Pengurus Mushala Nurul Huda Anton Tasman, mengatakan, masyarakat yang melakukan bacarotai ini merupakan warga sekitar Kecamatan Banuhampu.

"Mereka tidak dipungut biaya untuk mengikuti kegiatan ini dan masing-masing peserta mendapatkan ikan jenis nila dan mas sekitar lima sampai 15 kilogram," kata Anton Tasman.

Anton menambahkan, ikan yang ditangkap masyarakat ini dengan jumlah sebanyak 300 kilogram dengan luas kolam sekitar satu hektare. Ikan ini merupakan hasil budidaya yang dilakukan jamaah Mushala Nurul Huda selama tiga tahun.

Sebelumnya, ikan di kolam tersebut sudah dipanen dengan hasil sekitar satu ton dan dijual sebanyak 600 kilogram. Hasil penjualan ikan sebesar Rp6 juta akan digunakan untuk pembangunan mushalla.

Sementara, sisanya dibagikan ke masyarakat Andaleh seberat satu kilogram per kepala keluarga. Kemudian 300 kilogram dilepas ke kolam agar bisa ditangkap masyarakat.

Menurut Anton, bacorotai merupakan tradisi turun temurun semenjak ratusan tahun lalu dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi masyarakat dan hiburan. Lalu, membantu masyarakat untuk kebutuhan, menghidupkan budaya lokal dan lainnya.

Sementara itu, Bupati Agam Indra Catri mengharapkan, warisan nenek moyang ini dipertahankan oleh masyarakat.

"Saya dapat informasi daerah Sungai Tanang Kecamatan Ampek Koto dan Taluak Kecamatan Banuhampu akan melakukan bacorotai akbar dengan mendatangkan para perantau," katanya.

Bupati mengatakan, saat ini jumlah kolam yang aktif sebanyak 10.000 dari 25.000 unit kolam di Kabupaten Agam. Pemkab Agam berusaha untuk mengaktifkan kolam ini dengan cara memberikan bantuan bibit ikan kepada masyarakat.

"Ini bertujuan agar sumber air tersedia, sehingga bisa dimanfaatkan untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran di daerah sekitar kolam," ujarnya. (Ant/Ed5)


Komentar

Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama:
Email:
Komentar:
×
Berita Lain