Syarat & ketentuan |Pedoman |Redaksi |Kontak Kami
Resensi Novel
Kisah Pesilat Minang Bertarung Membasmi Mafia
Minggu, 6 Oktober 2013 19:19 WIB

RANAHBERITA-Silat Minang sudah populer hingga ke belahan benua lain. Tak tanggung-tanggung, untuk menguasai silat Minang lebih dalam, para bule datang langsung ke Ranah Minang. Bagi peminat novel silat dan kisah cinta dimanjakan penulis asal Minang yang mengangkat silat Minang dengan judul Kupu-kupu Fort de Kock.

Kupu-kupu Fort de Kock merupakan novel ke enam Maya Lestari Gf. Novel ini bergenre silat dengan alur cerita unik. Sebab, beda dari novel silat umumnya, novel ini tak bersetting masa lampau. Latar belakangnya adalah Minang modern yang tercederai oleh kejahatan luar biasa seorang kepala mafia bernama Singo Balang. Ia pesilat golongan hitam.

Untuk menghentikan kejahatan Singo Balang, lima guru besar silat Minang sepakat membuat perguruan dan mendidik pemuda Minang untuk menjadi pesilat tangguh. Tujuannya untuk menghancurkan kejahatan Singo Balang. Suatu malam, berkat perburuan yang lama dan intens, Singo Balang berhasil ditewaskan.

Malang bagi para pendekar golongan putih, Singo Balang memiliki anak yang mewarisi ilmu hitamnya. Anak Singo Balang ini kemudian membalas dendam atas kematian ayahnya. Satu persatu ia memburu para pesilat tersebut.

Tapi, cerita tak sampai di situ. Semuanya menjadi rumit bagi anak Singo Balang ketika ia jatuh cinta dengan seorang gadis misterius. Kisah cinta, tragedi, pengkhianatan dan pertarungan berjalin berkelindan sepanjang novel ini. (Raju Arafah)


Komentar

Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama:
Email:
Komentar:
×
Berita Lain