Syarat & ketentuan |Pedoman |Redaksi |Kontak Kami
Resiko Nyeri Sendi Ancam Masyarakat Asia Tenggara
Senin, 14 Oktober 2013 13:49 WIB

RANAHBERITA--Tingginya persentase masyarakat Asia Tenggara yang bekerja menggunakan otot, menyebabkan lebih rentan terserang nyeri pada persendian. Persentasenya pun lebih tinggi ketimbang warga Eropa.

"Berdasarkan penelitian kesehatan hal itu karena aktivitas masyarakat Asia Tenggara bekerja lebih keras dan aktivitas jongkok lebih sering," kata dokter spesialis bedah ortopedi Bali Dr.Sivanesan Thirumurthi, Minggu (13/10/2013) saat mengikuti acara diskusi kesehatan di Kuta, Bali.

Menurut dokter  Rumah Sakit Mahkota Medical Centre, Kuta, Bali tersebut, penyakit persendian yang umumnya terjadi pada tulang sendi lutut merupakan penyakit yang sering diidap manusia. Selain faktor pekerjaan, pertambahan usia juga berpengaruh.

"Umumnya yang sudah berumur 56 tahun. Semakin sering beraktivitas, maka gesekan tulang dengan tulang pada cangkok lutut serta berkurangnya pelumasnya akan menyebabkan penipisan pada tulang tersebut," tambahnya.

Lebih lanjut, menurut Sivanesan, faktor lain yang mempercepat penyakit persendian pada lutut adalah pola hidup yang tidak benar, berat badan meningkat sehingga beban tulang juga meningkat.

"Berat badan tak seimbang bisa juga mempercepat penyakit persendian tersebut. Karena beban yang ditahan oleh tulang itu semakin berat juga," ujarnya.

Selain itu, pola makanan masyarakat yang serba instan, dan banyak mengandung zat kimia juga bisa menjadi salah satu penyebab penyakit semakin cepat dialami oleh warga
itu.

"Solusinya bagaimana menjaga kesehatan agar tetap bugar, rajin berolahraga secara teratur sehingga penyakit persendiaan itu bisa diperlambat atau dikurangi," imbuhnya. (Ant/ed11)


Komentar

Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama:
Email:
Komentar:
×
Berita Lain