Syarat & ketentuan |Pedoman |Redaksi |Kontak Kami
Kesehatan
Perempuan Lebih Rentan Terserang Rematik
Kamis, 17 Oktober 2013 21:46 WIB

RANAHBERITA--Ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, dr Andry Reza Rahmadi, mengatakan bahwa kaum perempuan lebih rentan terkena penyakit artritis rematoid atau rematik.

"Hormon yang ada di perempuan yakni hormon estrogen sangat berperan dalam memicu penyakit rematik," ujar Andry di Jakarta, Kamis(17/10/2013).

Selain kaum perempuan, rematik juga bisa diturunkan dari orang tua pada anaknya. "Faktor lain juga mempengaruhi seperti pemanasan global, penggunaan zat kimia, makanan berpengawet, hingga polusi," kata Andry.

Untuk mencegah penyakit rematik, bisa dilakukan dengan hidup sehat dan makanan yang juga sehat. "Rematik bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Meskipun banyak orang tua yang menderita penyakit itu," tukasnya.

Andry menjelaskan rematik adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan sendi kronik. Penyakit autoimun yang dimaksud adalah suatu keadaan imun salah mengenal dan menyerang jaringan tubuh yang lain.

"Banyak yang beranggapan rematik adalah penyakit orang tua, padahal yang muda pun bisa terkena rematik," tukasnya.

Ciri-ciri rematik adalah sakit pada sendi, hangat dan kemerahan, dipegang bengkak, kaku saat pagi, gejala sistemik, demam, dan nafsu makan berkurang. "Sekitar 30 persen pasien rematik menderita anemia yang dapat mengalami kelelahan."

Dampak dari penyakit tersebut bisa menurunkan kualitas hidup, hingga beban ekonomi bagi keluarga pasien. Pasien yang terkena rematik, lanjut Andry, perlu dilakukan pengobatan dini dan dilakukan secara cepat serta tepat. (Ant/ed11)


Komentar

Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama:
Email:
Komentar:
×
Berita Lain