Syarat & ketentuan |Pedoman |Redaksi |Kontak Kami
Prosesi Adat Menaiki Istano Basa Pagaruyung
Minggu, 3 Nopember 2013 15:56 WIB

RANAHBERITA-- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan penggunaan Istano Pagaruyung pada Kamis (31/10/2013) di Padang setelah sebelumnya meninjau Istano yang terletak di Kabupaten Tanah Datar tersebut pada Rabu (30/10/2013).

Peresmian Istano Pagaruyung oleh Presiden yang dirangkai dengan acara Pangan Sedunia dan peresmian jembatan kelok sembilan, merupakan prosesi seremonial pemerintah yang menjadi penanggung jawab pembangunan kembali Istano setelah terbakar pada 2007 lalu.

Sebelum peresmian tersebut, prosesi adat menaiki Istano Pagaruyung sudah digelar dalam berbagai rangkaian acara.

"Prosesi adat peresmian Istano Basa Pagaruyung kita lakukan dengan lengkap sesuai dengan adat dan syara'," kata Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigoe.

Prosesi adat menaiki Istano Pagaruyung sudah dimulai pada Rabu (23/10/2013) dengan ziarah ke makam raja-raja yang pernah bertahta di wilayah Minangkabau.

Ziarah dilakukan ke makam Rajo Alam di Pagaruyung, makam Aditiawarman di Lima Kaum, makam Dt. Tantejo Gurhano di Pariangan, makam Rajo adat di Buo kecamatan Lintau Buo dan makam Rajo Ibadat di Sumpur Kudus.

Setelah ziarah, prosesi dilanjutkan dengan menggelar ratik (zikir) tolak bala di Istano Basa Pagaruyung pada Jumat (25/10/2013). Ratik tolak bala, merupakan prosesi adat Minangkabau yang dilaksanakan dalam rangka bermohon kepada Allah SWT agar terlepas dari berbagai bencana.

Acara dilanjutkan dengan upacara penyembelihan kerbau pada Sabtu (26/10/2013). Proses penyembelihan  kerbau merupakan tradisi yang dilakukan di Minangkabau tidak hanya pada saat akan menaiki rumah gadang, juga dilakukan pada saat prosesi adat batagak panghulu atau penganugerahan gelar adat.

Puncak prosesi menaiki Istano Pagaruyung dilangsungkan pada Minggu (27/10/2013). Baralek gadang yang menandai digunakannya rumah gadang terbesar di Sumatera Barat tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Bupati Tanah Datar, M. Shadiq Pasadigoe,  Pewaris Kerajaan Pagaruyung, M.Taufik Thaib beserta para niniak mamak dan Bundo Kanduang se Tanah Datar.

Saat yang sama juga dilansungkan pelantikan pengurus LKAAM dan Bundo Kanduang Tanahdatar.

"Dengan selesainya rangkaian kegiatan prosesi adat yang menjadi acara inti dalam peresmian, maka Rumah Gadang Istano Basa Pagaruyung sudah bisa dikunjungi oleh umum," kata Kabag Humas Pemkab Tanah Datar Desrizal dalam keterangan persnya.

Setelah prosesi adat tersebut selesai, tiga hari kemudian Presiden SBY meninjau Istano Pagaruyung dan keesokan harinya meresmikannya di Padang. (Hdm/Ed1)


Komentar

Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama:
Email:
Komentar:
×
Berita Lain