Syarat & ketentuan |Pedoman |Redaksi |Kontak Kami
Lewat Dangdut dan Wayang, KPU Sosialisasikan Pemilu
Selasa, 05 November 2013 11:11 WIB

RANAHBERITA—Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mementaskan gelaran musik dangdut dan wayang untuk mensosialisasikan tahapan-tahapan Pemilu 2014 kepada masyarakat. Pedangdut Juwita Bahar pun didaulat menghibur masyarakat.

“Sehabis rapat pleno (penetapan Daftar Pemilih Tetap/DPT), mari kita nikmati pentas wayang dan dangdut di halaman KPU malam ini (tadi malam,red). Dengan hal itu, kita juga dapat menghargai kesenian dan kebudayaan kita,” kata Ketua KPU Husni Kamil Malik di Kantor KPU Jakarta, Senin (4/11/2013).

Pentas itu, ujar Husni, diharapkan dapat memberikan informasi mengenai berbagai tahapan pemilu, bukan hanya tahapan pencoblosan pada hari Pemilu, tetapi juga rangkaian tahapannya hingga Pemilu bisa dilaksanakan.

“Warga jangan hanya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), tapi bagaimana masyarakat dapat mengikuti setiap tahapan, seperti penetapan DPT yang menjadi tahap ke enam, harus diketahui masyarakat,” ujarnya.

Memulai pentas itu, penyanyi dangdut Juwita Bahar menjadi penampil pertama, dan wanita berusia 17 tahun itu berhasil mencuri perhatian para perwakilan partai politik yang tampak lelah setelah mengikuti rapat pleno sejak siang. “Mari joget, kita buka dikit, joss!,” kata Juwita, menyanyikan lirik lagunya, yang langsung disambut teriakan para hadirin.

Berikutnya, memasuki ruangan pentas, Ketua KPU Husni Kamil Malik dengan beberapa anggota KPU yang menggunakan pakaian adat Jawa. Selain pentas dangdut, KPU juga menampilkan gelaran wayang dengan dalang Ki Jlitheng Suparman yang membawakan judul lakon “Kampung Sebelah”.

Selain dua pentas tersebut, KPU juga menampilkan “stand up comedy” dengan mengundang komedian Cak Lonthong. Sebelumnya, KPU bersama Badan Pengawas Pemilu, perwakilan partai politik peserta Pemilu, Komisi II DPR dan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat mengadakan sidang pleno terbuka untuk penetapan DPT sejak Senin siang hingga malam.

Pentas hiburan tersebut sebenarnya dijadwalkan untuk dimulai pada pukul 19.00 WIB, namun harus mundur hingga pukul 20.30 WIB karena sidang pleno yang dipenuhi berbagai interupsi dari partai politik. (Ant/ed4)


Berita Lain