Syarat & ketentuan |Pedoman |Redaksi |Kontak Kami
Pemko Padang Panjang Komit Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk
Seni Budaya dan Olahraga Dijadikan Media Sosialisasi KB
Selasa, 05 November 2013 11:19 WIB

RANAHBERITA—Pemerintah Kota Padang Panjang membuat terobosan dengan berencana melakukan sosialisasi program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) melalui media seni, budaya, dan olahraga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.

“Sosialisasi melalui media seni, budaya, dan olahraga ini langsung bersentuhan dengan calon aseptor KB, seperti antarkomunitas anak muda dan pergelaran seni,” kata Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis, Senin, (4/11/2013).

Menurutnya, laju pertumbuhan penduduk di Indonesia mencapai 3,2 juta pertahun, sehingga kondisi itu harus dibarengi dengan sosialisasi yang intens kepada masyarakat tentang KKB “Kita sudah melaksanakan sosialisasi itu melalui berbagai media, termasuk yang saat ini akan kita lakukan di media seni budaya dan olahraga,” katanya.

Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Padangpanjang, Tis Maria mengatakan, upaya dalam menyosialisasikan program KB ke masyarakat di Padangpanjang juga melalui sejumlah momen, seperti bakti IBI, Bakti Bhayangkara, TNI, Manunggal KB Kes dan KKG PKK KB Kes.

Sementara itu, pelayanan KB di sejumlah klinik di Padang Panjang tidak dipungut biaya sepersen pun. “Bagi warga Padang Panjang yang ingin memasang alat kontrasepsi di pelayanan pemerintahan seperti Puskesmas tidak dikenakan biaya sepersen pun,” ujarnya.

Tis menyebutkan, selama mensosialisasikan program KB kepada masyarakat, tidak ada permasalahan yang berarti. Di Padang Panjang, pelayanan KB dilaksanakan di 15 klinik, seperti Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas, Pustu, Puskeskel dan mobil pelayanan KB.

Pemkot Padang Panjang dinilai juga sudah berperan dalam keberhasilan Provinsi Sumbar untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dari posisi 33 menjadi 11 di Indonesia. Kota Padang Panjang saat ini memiliki sekitar 9.349 pasangan usia subur, sekitar 80 persen diantaranya sudah menjadi akseptor KB. (Ant/ed4)


Berita Lain