Syarat & ketentuan |Pedoman |Redaksi |Kontak Kami
Bupati Pesisir Selatan Pimpin Patroli Laut Buru Nelayan Vietnam
Selasa, 05 November 2013 19:28 WIB

RANAHBERITA-- Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit memimpin langsung Tim Patroli Laut Pemerintah Kabupaten Pesisir memburu nelayan Vietnam yang diduga sedang menangkap ikan di perairan kabupaten tersebut. Tim berhasil menyita jaring ikan jenis "millenium" milik nelayan tersebut, Selasa(05/11/2013).

Bupati Nasrul Abit di Painan mengatakan, kuat dugaan nelayan Vietnam itu tidak memiliki izin menangkap ikan di perairan setempat. Selain itu, tambah Nasrul Abit, peralatan yang dipakai nelayan tersebut untuk menangkap ikan dikhawatirkan dapat merusak ekosistem laut.

Meski berhasil menyita jaring, namun, Tim Patroli Laut Pemkab Pesisir Selatan tidak berhasil menangkap pemiliknya. Mereka melarikan diri dengan kapal yang ditumpangi ke arah Kepulauan Mentawai, saat akan dilakukan penangkapan.

Jaring ikan "Millenium" dengan panjangnya sekitar 3,8 kilometer tersebut disita Tim Patroli Laut di perairan sekitar Kecamatan Linggo Sari Baganti.

"Kita sudah mengintai aktivitas nelayan asal Vietnam itu selama dua jam sebelumnya. Terbukti mereka melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan jaring ikan jenis "Millenium". Namun ketika akan menangkap pemilik dan kapalnya, mereka kabur, kita tidak bisa mengejarnya karena kapasitas mesin kapal yang dipakai diperkirakan lebih besar yakni 440 GT," katanya.

Selain menangkap ikan, nelayan Vietnam itu diduga melakukan aktivitas pengambilan terumbu karang di perairan laut kabupaten setempat, karena tim patroli juga menemukan bongkahan terumbu karang di dekat jaring tersebut.

Setelah diamankan, barang bukti berupa jaring dan bongkahan terumbu karang tersebut, langsung dibawa dengan kapal patroli pemkab setempat ke dermaga Painan Pesisir Selatan untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

Nelayan pemilik jaring ikan tersebut diduga kuat berasal dari Vietnam karena dilihat dari merek kapal dan ciri-ciri anak buah kapal (ABK) yang membawanya. Namun, kapal tersebut memakai bendera Indonesia. Meski demikian, pemakaian bendera Indonesia tersebut besar kemungkinan untuk mengelabui petugas.

Menurutnya, tindakan mereka sudah secara jelas melanggar hukum. Mereka masuk wilayah negara lain dan alat penangkapan yang digunakan telah mengakibatkan rusaknya populasi ikan dan terumbu karang.

Pengawasan laut dari aksi penjarahan ikan baik oleh nelayan asing maupun luar daerah, katanya, akan terus ditingkatkan. Pada masa mendatang, beberapa lokasi akan dibuat pos-pos pengamanan yang bisa memantau wilayah perairan kabupaten itu dari aktivitas nelayan asing maupun luar daerah.

"Kita akan menindak tegas bagi yang melanggarnya sesuai hukum yang berlaku. Pengawasan laut dari aksi penjarahan akan terus ditingkatkan, sebab laut menjadi sumber mata pencaharian sebagian besar masyarakat kabupaten ini," katanya. (Ant/ed11)


Komentar

Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama:
Email:
Komentar:
×
Berita Lain