Syarat & ketentuan |Pedoman |Redaksi |Kontak Kami
Jurnalis
Tingkatkan Kapasitas Jurnalis, AJI Gelar Pelatihan Anggaran
Minggu, 4 Agustus 2013 16:09 WIB

RANAHBERITA-- Guna meningkatkan pengetahuan jurnalis terhadap anggaran, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang gelar Short Course (pelatihan singkat).

Pelatihan yang direncakan sebanyak 8 kali pertemuan ini berlangsung hingga November mendatang. Pertemuan pertama kemarin, Sabtu (3/8/2013), dihadirkan sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat, Hefdi Syofyan.

"Untuk Sumatera Barat sendiri ada beberapa daerah yang patut dicurigai anggarannya. Sebelum jurnalis mewawancarai, tentu harus paham dulu apa yang ingin ditanyakan. Jadi pelatihan ini sangat diperlukan jurnalis," kata Hendra Makmur, Ketua AJI Padang saat membuka acara di rumah makan sederhana Padang, Sabtu(3/8/2013).

Sebanyak 15 jurnalis dari berbagai media cetak, televisi dan online mengikuti pelatihan ini.

Pertemuan pertama hingga keempat adalah pemberian materi, dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten, seperti eksekutif, legislatif, akademisi dan organisasi non pemerintahan.

"Sementara pada pertemuan kelima hingga terakhir akan membahas soal usulan liputan masing-masing peserta," kata Yose Hendra, fasilitator lokal atau ketua pelaksana acara.

Short Course anggaran ini mengangkat tema 'Penguatan Kapasitas Jurnalis dalam Mendukung Proses Transparansi Anggaran Fase II'. Pelatihan yang didukung oleh Program Representasi (Prorep)-USAID ini, adalah fase kedua, dimana sebelumnya berbentuk diskusi tematik tahun 2012 lalu.

Dalam kursus singkat ini, ujar Yose, para peserta juga diberi beasiswa senilai Rp1,5 juta, apabila memenuhi aspek ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan. Beasiswa tersebut diperuntukan untuk biaya operasional peliputan isu anggaran bagi masing-masing peserta.

Menurut Yose, beasiswa sudah bisa dicairkan setelah pelaksanaan kelas materi di empat pertemuan awal. "Dan tentunya peserta sudah menyiapkan topik peliputan, disetujui minimal oleh editor, dan disarankan oleh mentor," katanya.

Dalam pelatihan anggaran tersebut, pihak penyelenggara memberi tiga opsi tema besar peliputan kepada tiap peserta yakni isu kesehatan, pendidikan, dan fasilitas umum.

"Di akhir pertemuan, dua karya jurnalis terbaik masing-masingnya mendapat uang tunai Rp2 juta. Selain itu, bersama kota penyelenggaran lainnya akan dikompilasi menjadi buku" pungkasnya.

Dalam pertemuan pertama kemarin, narasumber Hefdi menjelaskan soal perencanaan pembangunan dan penganggaran. Ia secara terperinci menjelaskan tahapan dan prosedur, serta secara hukum dalam mekanisme penganggaran.

"Antara perencanaan dan penganggaran harus sejalan. Terhadap perencanaan, biasanya setiap stakeholder akan berusaha untuk mengajukan perencanaan yang besar, bahkan bisa melampaui kemampuan kita. Namun kita harus mempertimbangkan, Kita tidak bisa menerimanya dengan serta merta, sebab harus di sesuaikan dengan anggaran," ujarnya.

Dia juga menegaskan, yang punya rencana strategis adalah Bappeda bukan SKPD. "SKPD aspek legalitasnya adalah peraturan daerah," tukasnya.

Hefdi juga menjelaskan istilah-istilah menyangkut perencanaan dan anggaran yang cukup sering terdengar tapi banyak yang tidak paham.

Acara tersebut dibungkus dengan diskusi. Peserta banyak yang menanyakan pembahasan anggaran yang bersifat politis dan mekanisme penganggaran.

"Pak kami kalau mau meliput angaran, selalu menemukan banyak bahasa politisnya. Jika kami bertanya kepada anggota dewan selalu menjawab, pembangunan jalan tol tidak masuk kepada SKPD. Bagaimana mekanisme KUA, apakah ini ada belanja modal atau gaji-gaji lainya," beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Aska dari Padang TV.

Hefdi menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Acara tersebut berlangsung hingga jelang berbuka. Dan pada akhirnya semua peserta dan narasumber, berbuka puasa bersama.

"Ini adalah pertama kalinya kita membahas anggaran. Tentunya tidak sampai di sini, kita akan masih melanjutkannya sampai agenda-agenda berikutnya. Selain itu, kita ingin di forum ini menjadi forum diskusi yang selalu mengisi. Ini akan menambah pengetahuan kita," tandas Hendra Makmur, yang bertindak sebagai moderator acara. (Novia Amirah|ed3)

 

 

 

 


Komentar

Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama:
Email:
Komentar:
×
Berita Lain