Syarat & ketentuan |Pedoman |Redaksi |Kontak Kami
Even Lokal
Semarak Pawai Budaya Multi Kultur Padang
Kamis, 22 Agustus 2013 20:48 WIB

RANAHBERITA-- Ribuan warga Kota Padang tumpah ruah memenuhi kawasan jembatan Siti Nurbaya, Kota Padang. Meski diguyur hujan, antuasias warga begitu besar untuk bisa menyaksikan Pawai Budaya Multikultur yang dilaksanakan hari ini, Kamis (22/08/2013). 

Pawai Budaya Multikultural merupakan sebuah parade budaya dari berbagai etnik dan komunitas di Sumatera Barat sebagai bentuk ekspresi dari kekayaan dan keberagaman budaya.

Pawai ini sengaja digelar untuk memperingati puncak perayaan ulang tahun organisasi sosial Hok Tek Tong atau Himpunan Tjinta Teman (HTT) yang ke 150 tahun.

Pawai dimulai dengan arakan puluhan siswa SMA yang membawa bendera Indonesia diiringi dengan marcing band. Disusul dengan penampilan barongsai, kuda api-api, permainan naga, dan miniatur Jung yang merupakan kapal tradisional Tionghoa.

Tampak juga arak-arakan prosesi Tari Perang asal Nias, prosesi budaya Mentawai, musik prosesi budaya Bali dan prosesi seni kuda lumping.

Disusul dengan penampilan musik prosesi budaya Sunda, gandang tasa, penampilan budaya Tapanuli, dan penampilan pendekar silat dan wushu. Prosesi musik kreasi dari perguruan seni Sumatera Barat juga tampil.

Menariknya, dua buah mobil merukuran besar juga membawa sepasang pengantin berpakaian budaya minang dan sepasang lainnya menggunakan pakaian etnis Tionghoa.

Karnaval juga diramaikan dengan pertunjukan gandang Massal Tionghoa dan peragaan busana Tionghoa tempo dulu.  

Pertunjukkan yang paling ditunggu-tunggu warga ialah arak-arakan Sipasan sepanjang 243 Meter yang diduduki 223 orang anak berpakaian etnis Tionghoa dan baju adat Minangkabau. 

Tak ketinggalan sebuah rekor dunia berhasil dibuat dan dibukukan dalam Guinness Book of World Records oleh HTT berkat sipasan sepanjang 243 meter tersebut. Rekor ini sekaligus mengalahkan rekor serupa yang sebelumnya diraih Taiwan pada 18 Mei 2013 silam yang  menampilkan sipasan dengan panjang 168 meter. 

Sipasan terpanjang di dunia ini menempuh rute dari Jembatan Siti Nurbaya - Jalan Nipah - Jalan Hayam Wuruk - Jalan Gereja - Jalan Bundo Kanduang - Jalan Pondok - Jalan Niaga dan berakhir di Klenteng See Him Kiong.

Pawai dibuka oleh Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Even Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Achyaruddin, dan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Walikota Padang dan Muspida.

(Novia Amirah|ed3)


Komentar

Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama:
Email:
Komentar:
×
Berita Lain